2025-03-26 | admin9

Intip Pabrik Susu Ikan yang Digadang Bakal Ikut Program Makan Gratis Prabowo

Susu ikan menjadi hangat diperbincangkan karena dinilai menjadi sumber alternatif pengganti susu sapi untuk program makan bergizi gratis (MBG). Namanya yang unik memantik rasa penasaran dari masyarakat.
Susu ikan merupakan salah satu produk turunan dari hidrolisat protein ikan (HPI). Susu ikan bukanlah susu yang diperah dari ikan, melainkan ikan segar yang telah digiling sehingga berbentuk bubuk.

Pada kesempatan ini, berkesempatan mengunjungi pabrik slot77 susu ikan yang terletak di Indramayu. Plan Manager Berikan Bahari, Fatih mengatakan pengolahan HPI bermula dari pengumpulan ikan-ikan segar yang didapatkan dari nelayan. Dia bilang ikan-ikan ini merupakan ikan yang bernilai ekonomis rendah.

“Tahap pertamanya, pengumpulan ikan dari nelayan, jeroan ikannya dipisah. Setelah itu ditimbang,” kata Fatih kepada awak media, Rabu (16/9/2024).

Usai dibersihkan, ikan digiling hingga menjadi bubur-bubur ikan. Setelah itu dimasukkan ke mesin hidrolisat. Fatih bilang mesin inilah yang memisahkan protein ikan dari tulangnya. Prosesnya hanya membutuhkan waktu dua-tiga jam.

Usai melalui proses di mesin hidrolisat, bubur ikan akan menjadi cairan yang mengandung protein. Cairan ini akan masuk ke mesin bernama feed tank spray dryer agar berubah menjadi bubuk.

Fatih menyebut dalam satu bulan, satu pabrik HPI dapat menghasilkan 30 ton bubuk. Bubuk inilah yang dapat digunakan untuk berbagai macam produk makanan dan minuman, seperti susu ikan, kue, cilok ikan, hingga donat ikan.

“Dari 30 ton powder (bubuk) itu jadi 90 ton ikan. Dimasukan per satu ton ikan, dapat 30% bubuk powder,” jelasnya.

Semua berawal dari kegelisahan. Imam Muhlas, seorang guru mengaji di di RT 20 RW 07, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, resah melihat warga masih suka membuang sampah sembarangan. Sebuah tabiat buruk yang tak bisa diselesaikan hanya dengan kata-kata dan pesan bijak. Maka, Imam Muhlas memulai ikhtiar dengan membuat tiga jenis tempat sampah, yakni untuk sampah rosok, sampah organik, dan sampah plastik/kertas.

Imam Muhlas berpesan kepada anak-anak yang belajar mengaji di musala depan rumahnya untuk tidak lagi membuang sampah di selokan. Ia mencontohkan kepada mereka untuk membuang sampah bungkus jajan berdasarkan jenisnya di tempat yang sudah disediakan. Anggota keluarganya juga diminta mengakhiri kebiasaan membuang sampah semaunya dan mulai tertib memanfaatkan tempat sampah yang dibuatnya.

Baca Juga : Intip Cara Tepat Mengelola Biaya Operasional Gudang untuk Bisnis

Tak mudah tentu saja. Mereka membuang sampah tanpa memperhatikan kategorisasi tempat sampah yang dibuat Imam Muhlas. Dia sendiri akhirnya yang harus memisahkan sampah basah dan kering tercampur.

Akhir 2016, Imam Muhlas memberanikan diri untuk menyampaikan gagasan penanganan sampah kepada kepala desa, bidan desa, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat di masing masing padukuhan. Dia mengajak mereka untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dia mengajak para pemangku kepentingan itu untuk membuat aturan dan lembaga atau komunitas yang bergerak dalam mengambil, mengolah sampah, dan membuat konsep inovasi dari gerakan sampah ini.

Share: Facebook Twitter Linkedin